Polda Papua dan Interpol Mengungkap Mafia Judi Togel di Timika

Aparat kepolisian Polda Papua melalui Tim Cyber Crimenya mengadakan kerjasama dengan Interpol, untuk melacak server judi togel online yang semakin berkembang di Timika, Provinsi Papua. Dan akhirnya ketahuan bahwa server judi online tersebut ternyata berada di Jerman.

Menurut  Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, dari hasil penyelidikan awal, terungkap 3 pelaku perjudian. Mereka adalah , SO alias GW, lalu LS alias BSG dan SS. Dan dari keterangan 3 pelaku ini jenis judi online yang dilakukan mengikuti judi Singapura, Hongkong dan Sydney.

Aksi perjudian online biasa merea lakukan pada pukul 14.50 waktu setempat, juga pukul 08.50, dan 23.50 Waktu Indonesia Timur,  setiap harinya.

Ketiga pelaku mengaku mendaftarkan diri di website judi online berasal dari Amerika. Bahkan, pelaku mendaftar melalui seseorang  di Amerika.

Menurut aparat keuntungan dari kegiatan judi ini mencapai dua milyar setiap harinya. Itulah sebabnya mereka akan segera mendalami kasus ini secara profesional.

Dalam kasus judi online tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti puluhan kartu ATM, kartu kredit, uang bermulah  Rp 82 juta, CPU komputer, dan seperangkat wifi. Selain itu juga ikut disita kupon togel, buku cek giro dan catatan pengeluaran uang antara lain slip transfer uang dan pin token, dan beberapa rekapan togel.

Baca juga: Intip Berbagai Cara Menghilangkan Kebiasaan Dalam Bermain Judi

Rekapan togel ini biasanya berisi catatan nomor-nomor yang sudah keluar, atau prediksi-prediksi nomor yang akan keluar. Selain lewat buku syair togel, biasanya orang mengakses situs-situs online untuk mengetahui prediksi angka yang akan keluar seperti prediksi sgp atau prediksi hk.

Polisi menduga judi online yang dilakukan mengikuti langkah yang sangat rapi dan teratur. Pertama , uangnya ditransfer. Lalu pelanggan mendapatkan user ID serta password dan nomor rekening untuk mentransfer uang. Artinya, perjudian online di Timika dilakukan secara teroganisir.

Ketiga pelaku yang diamankan akan dikenai Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Berita ini pernah ditayangkan melalui media online Liputan6.com dengan judul ‘Keuntungan Judi Online di Papua Capai Rp 2 Miliar Sehari’