Polsek Kota Masohi Ringkus 3 Pelaku Judi Togel Online

Dilaporkan oleh Republika.co.id edisi Rabu, 02 September 2020 lalu,  petugas kepolisian Polsek Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, berhasil meringkus tiga tersangka kasus judi online. Ketiga tersangka terbukti telah mempraktikan permainan judi yang ilegal di Indonesia ini. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang bukti. 

Menurut keterangan Kapolsek Kota Masohi, Ipda Kasim Rahayamtel, ketiga tersangka ini telah diamankan sejak Agustus 2020 lalu; dan hingga berita ini dipublikasikan, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Ketiga tersangka ini berinisial SS 25 tahun, FM 23 tahun, dan IM 20 tahun. Tersangka SS di sini berperan sebagai bandar, sedang dua tersangka lainnya hanya sebagai pemain saja. 

Masih bersumber dari keterangan kapolsek, petugas berinisiatif melakukan penggerebekan ke lokasi dilakukan pasca adanya laporan dari warga yang mengaku sangat resah dengan praktik jual-beli nomor togel secara online. Lokasi perjudian ini berada tepat di belakang Terminal Kota Masohi. 

bandar ceme
ilustrasi judi online

Ketika petugas datang ke TKP yang tak lain adalah rumah salah satu tersangka, ketiganya sedang bermain togel online. Ketika ditanya tujuan mereka memainkan judi togel online, ketiga mengaku hanya ingin mendapat tambahan penghasilan. Kedua tersangka lainnya, yaitu IM dan FM, terlihat sedang sibuk melakukan rekap judi togel online. 

Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti seperti arsip kupon togel online, 57 buah buku rekap judi, uang tunai sebesar 14 juta rupiah, dua buah botol tinta cap masing-masing warna hitam dan merah, dan 4 unit handphone. 

Segala jenis aktivitas judi, termasuk judi togel online, jelas-jelas dilarang di Indonesia. Para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang praktik perjudian dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 10 tahun. Tersangka juga dikenai denda yang tak sedikit. 

Meski ada pelarangan, masih saja ada banyak kasus judi yang hampir setiap harinya diungkap oleh pihak kepolisian. Ini adalah bukti bahwa masih banyak masyarakat kita yang mudah tergoda untuk mendapatkan uang secara instan melalui permainan judi online.